Jangan rusak permataku…

Beberapa tahun yang lalu, gw nemenin istri direktur salah satu BUMN ke Malaysia. Pelajaran sangat penting yang gw dapet dari perjalanan ini, nasihat dari Beliau

                Dalam perkembangan anak, sering-sering ya berkunjung ke psikolog anak, karena cara menghandle anak beda-beda setiap anak, supaya tidak salah langkah, sering-sering dech bahas dengan psikolog anak”

Hari ini penuh kejutan untuk gw, semakin gw mengenal anak-anak gw……..Siang ini ke sekolah Cealy untuk acara PTC (Parent-Teacher Confre), dimana para orang tua dipanggil satu persatu untuk membahas tiap anak, kalau di sekolah lain mungkin namanya bagi raport, he.h.eh.e….

Diawali dengan cerita Miss-nya Cealy selama dikelas, diceritakan bagaimana Cealy begitu sukanya dengan art, dia bisa dengan mudah ambil cat air, menuang ke palet, ambil kertas, dan….menggambar !Hah ?! Itu Cealy…benarrr ???Lalu diceritakan juga bagaimana ”baiknya” Cealy membereskan mainan atau apapun yang tercecer. HAH ???MY CEALY ??? Kesimpulan Miss, Cealy anak yang sangat penurut, baik hati, mau berbagi, dan yang baik-baik lainnya, malahan ada diselipkan kata-kata persis seperti Kevin dulu, karena salah satu Miss-nya Cealy sekarang sama dengan Miss-nya Kevin dulu. Sedangkan selama ini di mata gw, Cealy is like a queen, selalu maunya menjadi center dari segala activity, maunya ditolong tanpa ada kemandirian dari diri sendiri. Cealy yang kalau tidak dituruti maunya akan teriak memekikkan telinga, akan ngambek sampai menyapu lantai, akan menangis sekeras mungkin. Cealy yang tidak ada takut-takutnya dengan rule apapun, tidak takut dengan papa dan mamanya, tidak takut dengan teguran ”go to jail”. But…..why it’s so different ?!

Ditengah kebingungan, salah satu Miss menegur halus gw dan suami, apakah Mom dan Dad menerapkan rule sekolahan terhadap Cealy ?Degggg……………gw menggeleng lemah, Papanya menjawab tidak miss. Kami akui terkadang kami “lemah” dengan lengkingan Cealy, kami “lemah” terhadap pandangan mata sedih Cealy, on no….itu semua ternyata bukan kebaikan untuk Cealy, secara tidak sadar kami membimbing Cealy menjadi anak yang egois, menjadi anak yang tidak mengenal empati, menjadi anak yang tidak bisa diatur, dll !

Sedih gw, rasanya mau nangis………apalagi ketika Miss-nya bilang, hati-hati Mom…Dad….nanti akan berdampak ke Kakaknya, kan sayang Kevin-nya. Duhhhh……….langsung teringat akhir-akhir ini ada keluhan dari M.Mamat bagaimana annoyingnya Kevin karena tidak mau mendengar kata-kata suamiku, betapa anehnya akhir-akhir ini Kevin suka berteriak ke asistent dirumah…….on noooo…….ternyata dampaknya sudah mulai ada. Yang terutama lagi, setelah PTC ini tujuan kami adalah Psikolog yang khusus pegang levelnya Kevin di sekolahan ini. Ternyata…..tanpa perlu kesana, kami sudah tau permasalahannya, kami tau kekecewaan Kevin, dia yang mengikuti rule, dia yang discipline, tapi mengapa adiknya yang di”menangin”. Hanya gara-gara kebrisikan yang kami tidak bisa tahan, hanya karena kami sekarang makin lembek sebagai orang tua, mencari jalan pintas saja.

Dengan bergandeng tangan, kupinta bantuan suamiku, dengan tatapan yakin suamiku, kami yakin kami bisa memperbaiki semua kesalahan selama ini.

Anak-anakku, maafkan Mama dan Papa yaaaaa………….ternyata dengan makin mapannya keuangan, dengan makin enaknya hidup di mata kami, membuat kami makin malas dan terlena, lupa akan tugas sebagai orang tua, seenaknya saja memanjakan anak tanpa ingat dampak kedepannya……

Psssttt………..malam ini kami secara tidak langsung memohon maaf terhadap Kevin, yaitu dengan memberikan Monopoly seri Star Trek, gw berharap setiap kali gw liat itu Monopoly itu gw selalu ingat akan hari ini, gw akan mulai disiplin terhadap Cealy.

Leave a Reply